OPINI#5 Self-Love

Opini ini lahir dari keresahan lama yang akhirnya bertemu dengan keresahan yang sama oleh teman-teman saya.  Ditemani semangkuk bakso dan banyak jajanan di suatu mall siang lalu, tersampaikan lah apa yang mengganggu pikiran kami sejak lama.

Saya dan dua teman adalah kaum milenial yang lahir bersama generasi Z lainnya. Sebagaimana penggambaran di dunia maya, kami-generasi Z-adalah generasi yang tidak akan mengenal dunia tanpa bantuan internet. Segala informasi yang ada di dunia dapat dengan mudah kami akses hanya dengan sekali enter pada smartphone. And ting! Ribuan informasi dalam bentuk gambar maupun tertulis disajikan dalam hitungan detik.

Continue reading “OPINI#5 Self-Love”

Advertisements

Sekilas di Tahun Pertama

Setelah sekian lama tidak memosting apa-apa dan being sooo unproductive akhirnya memutuskan untuk menuliskan saja hal-hal yang saya alami through the first year of college. Tulisan ini mungkin jauh dari ekspektasi kalian. Jika kalian mengenal saya dekat dan merasa this is not ‘so Melan’ yaa, begitulah yang terjadi selama 32 minggu perkuliahan dan 32++ waktu diluar perkuliahan tapi dihabiskan di kampus. Saya berusaha menulis ini apa-adanya dan kalau pun ada diantara kalian yang merasa ini kontradiktif dengan yang kalian alami, silakan nikmati ketidaksetujuan itu karena balik lagi, this is me, the story of mine:)
Continue reading “Sekilas di Tahun Pertama”

Susahnya Shalat Malam

Pagi kemarin itu seperti banyak pagi lainnya yang berulang. Saya terbangun dengan kekesalan pada diri sendiri dan menjadikan pagi saya tidak lagi sebersemangat yang saya bayangkan. Ini dipicu karena saya yang lagi-lagi tidak bisa terbangun hanya untuk shalat malam padahal alarm sudah sebegitu nyaringnya saya setel. Seperti yang kalian tahu, ada shalat malam yang mengharuskan kita untuk tidur dahulu sejenak kemudian baru bisa melaksanakan ketika kita terbangun di malam hari. Shalat malam inilah yang sampai sekarang saya usahakan, yang rasanya susah setengah mampus.

Continue reading “Susahnya Shalat Malam”

Wanita Paling Kuat

Tidak ada wanita yang paling kuat, kecuali mereka yang terus berusaha demi semua berjalan dan terlihat baik-baik saja. Tidak ada wanita yang paling kuat, kecuali mereka yang rela membendung semua kesal, amarah, sakit hati dan pahit kekecewaan demi hari kemarin yang telah berjalan baik-baik saja. Tidak pula akan ada orang yang benar-benar mengerti bahwa kaku senyum itu, sendu mata yang menatap itu, adalah riasan sederhana yang mampu menutup sayatan kecil di hatinya. Mereka yang selalu terlihat kuat, adalah mereka yang lemah untuk diri mereka sendiri.

Continue reading “Wanita Paling Kuat”

Evaluasi

Akhirnya kita sampai dipenghujung tahun!

Tidak terasa sebentar lagi 2017 akan kita tinggalkan, lembaran tahun yang baru akan kita buka bersama-sama, dan banyak hal yang kita lakukan di 2017 sebentar lagi hanya dapat menjadi kenangan. Bagi sebagian orang, pergantian tahun ini justru menjadi bahan evaluasi buat diri pribadi atas kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Beberapa lainnya menjadikan pergantian tahun sebagai momentum memulai segala sesuatu yang baru yang telah diniatkan.

Bagi saya sendiri, hingga tiba diujung tahun ini, momentum pergantian tahun membuat saya justru menyadari bahwa sepanjang tahun kemarin saya justru tidak melakukan banyak perubahan bagi diri saya sendiri. Kecuali, status saya yang berganti menjadi mahasiswa. Selebihnya, resolusi-resolusi yang dulu saya tulis panjang-panjang sebagai ‘to do list on 2017’ lebih banyak tidak tersentuh.

Mereka hanya selesai di atas kertas, tanpa realisasi apapun.

Continue reading “Evaluasi”

Teman.

Lalu aku sebagai temanmu, membantumu menyelesaikan tugas makalah yang menurutmu begitu merepotkan dan membuang-buang waktu. Kamu bercerita panjang lebar segala hal yang membuatmu tertarik, dan aku hanya memandangmu sesekali dari balik layar laptop.

Di depanku ada segelas es lemon yang entah mengapa kamu pesan saat hujan sedang deras-derasnya. Es lemon yang tertawa sembunyi menyaksikan aku mengagumimu begitu binar matamu mentapaku dalam.

Continue reading “Teman.”

OPINI#4 Yang Lumrah Yang Berubah

Saya percaya secanggih apapun teknologi ada menunjang kehidupan kita, selalu ada celah yang memberi manusia ruang agar tetap menjadi sebagaimana manusia semestinya. Bahkan pada teknologi paling mutakhir sekalipun.

Kita punya kuasa penuh atas apa yang akan kita putuskan, dan kita pulalah yang akan merasakan manfaat dari kebaikan yang kita sebar. Saya merupakan satu dari generasi millennial dan saya mengakui generasi saya begitu rentan terhadap begitu derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang seolah tiada habisnya.

Continue reading “OPINI#4 Yang Lumrah Yang Berubah”